Rumah Adalah Tempat Pulang Bukan Tempat Perang
Hai Rumah. Bangunan yang kokoh, berwarna, dibangun oleh manusia. Dengan rancangan yang digerakkan oleh tangan manusia. Yang selalu aku gambar disetiap pelajaran sekolah dulu, yang ku tahu rumah adalah tempat tinggal yang nyaman nan aman, tapi semakin berjalannya waktu arti rumah tak sebaik apa yang aku definisikan. Rumah dengan nuansa yang indah, atap yang menyelimuti, tembok yang menyerap suara kebisingan. Semakin berjalannya waktu, rumah tak bisa disebut rumah. Nampak luar megah, tapi tersimpan banyak pertengkaran, hangat dan ceria diluar, namun dingin dan tertutup didalamnya. Aku yang kecil dulu membayangkan rumah selalu ada tawa, doa, ceria, hangat, dan tenang. Kenyataannya tidak seperti itu, bangunan yang berdiri kokoh itu dapat berubah-ubah. Berubah jadi tempat menyeramkan, menyedihkan, menyenangkan, apapun itu hasil ekspresi manusia. Suara tinggi, bantahan, keras lebih sering didengar daripada suara sapaan lembut....