Satu Sepatu, Dua Harapan Kalbu

Satu Sepatu, Dua Harapan Kalbu

Farah Fadhilah_IMM Ar-Rasyid

Di lorong kehidupan sederhana,

Terdapat dua anak menapaki hari ketulusan.

Tak ada kemewahan yang menemani mereka,

Hanya kasih sayang yang tumbuh diketerbatasan usia.

 

Hari itu, kehilangan datang tanpa aba-aba,

Sepasang sepatu yang tampak nan lenyap.

Namun, di bilik hilangnya benda sederhana itu,

tersimpan resah yang tak terucap.


Sepanjang jalan yang diselimuti debu,

Dua insan berjalan dengan sabar yang tak bersuara.

Menjaga resah agar tetap membisu,

Demi senyum nan menyala bak mentari.

 

Dari sepatu lusuh yang hampir kehilangan rupa,

Tercipta makna tentang cinta yang sederhana.

Bahagia bukan tentang apa yang dimiliki manusia,

Melainkan tentang siapa yang setia menemani langkahnya.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODERASI BERAGAMA: TOLERANSI ANTARA MUHAMMADIYAH DAN NAHDLATUL ULAMA

Rumah Adalah Tempat Pulang Bukan Tempat Perang

Bunga yang Tumbuh Namun Dibunuh