Bunga yang Tumbuh Namun Dibunuh


Bicara tentang bunga, 
bunga yang dikenal dengan identik harum, wangi nan indah,
bunga yang tumbuh dengan sari yang harum, 
dengan lebah yang mendekatinya. 
Tapi tak semua bunga bisa mekar indah dan bebas. 

Bunga dan rumah bagiku hampir mirip, 
Kenapa? ya tak semua bunga bisa tumbuh sesuai dengan prosedurnya. 
Sebab, ada bunga yang sejak awal akarnya dipaksa menghujam ke arah yang salah. 
Ia tidak tumbuh di taman yang lapang, melainkan di balik sekat-sekat sempit yang membatasi arah cahayanya.
Sebelum muncul dan menunjukkan warna pada dunia, tunasnya lebih dulu dipatahkan oleh tangan yang seharusnya merawat. 

Ini ku kaitkan dengan narasi yang lewat di kepala setiap hari, 
bahwa rumah bukan sekedar bangunan, 
tapi tempat bertumbuh dalam angan-angan yang dibunuh secara perlahan,
dan setiap rumah menyimpan rasa amanah dan amarah. 

Amanah yang menjelma jadi tuntutan tanpa henti, 
dan amarah yang sering kali meledak tepat di atas pucuk-pucuk harapan yang baru saja ingin muncul ke ke permukaan. 
Kita adalah bunga yang berusaha bertahan hidup di tempat yang seharusnya menjadi perlindungan, namun kenyataannya justru menjadi tempat topeng dan persembunyian bagi segala luka yang tak pernah diizinkan ntuk sembuh. 

Farah Fadhilah
2026.  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MODERASI BERAGAMA: TOLERANSI ANTARA MUHAMMADIYAH DAN NAHDLATUL ULAMA

Rumah Adalah Tempat Pulang Bukan Tempat Perang

FANTASI BERDARAH: DUNIA TAK LAGI AMAN, SIAPA YANG KAU LINDUNGI?