Bangunan Semen yang Tak Kunjung Membaik
[Sudah berapa bulan lalu, aku tak menulis di sini..]
Bangunan Semen yang Tak Kunjung Membaik.
Bangunan yang berdiri kokoh tak hanya terbuat dari semen, bisa jadi terbuat dari kayu yang indah nan terarah. Bukankah sesuatu yang semula terurai berai dapat disatukan olehnya, menjadi satu kesatuan yang utuh?. Begitulah yang dipahami tentang bangunan, dulunya mengira bahwa pondasi bangunan akan terlihat kokoh, kuat luar dalamnya, berwarna, dan selalu melukis garis senyum setiap hari.
Bangunan tak selalu berdiri selamanya, ada kalanya ia hancur dan roboh. Ada banyak hal yang menyusunnya, ada banyak tangan yang menjaga, dan ada juga yang tak terlihat dari luar. Untaian narasi terus mengapung dipikiranku. Hal itu menjadi bagian dari sesuatu yang tak saling memahami.
Bukan berarti tak peduli, mungkin saja mereka lelah?.
Ada banyak peran yang bisa dipelajari dengan kewajiban layaknya seorang (sebut saja air). Air tidak pernah bertanya harus menjadi apa. Ia hanya mengalir, mencari celah, memenuhi ruang yang kosong, lalu pergi ketika tiba waktunya. Begitu pula dengan insan yang sejak awal terbiasa mengisi bagian-bagian yang kosong di bangunan. Ia terus memberi, mengalir, sampai lupa bahwa dirinya pun dapat berkurang.
Namun, siapa yang akan menyadari ketika air itu mulai surut?.
Mungkin ada dan mungkin saja tidak.
Sebab sesuatu yang selalu hadir sering kali akanterasa ketika ia tak lagi ada. Yang biasa dikerjakan menjadi kewajiban, yang dilakukan berulang kali berubah menjadi sesuatu yang dianggap semestinya.
Dan mungkin, di sanalah lelah mulai menemukan namanya sendiri. Bukan karena tak ada yang membantu. Bukan pula karena tak peduli. Hanya saja, setiap orang mungkin sedang sibuk menjadi bagiannya masing-masing sementara lupa bahwa sebuah bangunan tidak pernah berdiri karena satu unsur saja.
Semakin ke sini.
semakin ke sana,
semakin aku ragu untuk melangkah dan membangun bangunan semen itu kelaknya,
namun dibalik keraguanku itu, akankah ada sosok yang mampu merubah pandanganku terkait bangunan semen ini?.
keren mba farah
BalasHapusMekar merekah dik🔥
BalasHapus